Haba Nagan – Sejumlah infrastruktur vital berupa jembatan dan jalan penghubung antar desa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, dilaporkan mengalami kerusakan pascabanjir yang menghantam wilayah tersebut awal pekan ini.
Data sementara yang dihimpun dari jajaran Kodim 0116/Nagan Raya Tahun 2025 menunjukkan sedikitnya tujuh titik jembatan dan ruas jalan terdampak, dan sebagian besar di antaranya merupakan akses utama warga.
Dari laporan yang diberikan BPBD Nagan Raya kepada RRI, pada Minggu (30/11/2025), tersebut kerusakan terjadi pada Jembatan Desa Alue Wakie serta Jembatan Kuta Tengoh yang menghubungkan Blang Meurandeh–Beutong Ateuh Banggalang.
Jembatan Blang Meurandeh juga turut terdampak, termasuk jalur menuju Desa Babah Suak yang menjadi akses keluar-masuk warga. AdvertisementKondisi ini menyebabkan sejumlah desa terisolasi dan aktivitas distribusi logistik maupun penanganan medis menjadi terhambat.
Tak hanya jembatan, akses jalan provinsi hingga nasional pada jalur Kuala Tuha–Lamie, Panton Pange–Tripah Makmur, serta jalur Beutong Ateuh Banggalang dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat tergerus longsor dan terputusnya badan jalan.
Sementara ruas Babah Suak–Beutong Ateuh Banggalang juga mengalami putus sepanjang lebih dari 1,5 km, sehingga belum dapat dilalui kendaraan.
Petugas gabungan bersama pemerintah daerah saat ini mulai melakukan peninjauan lapangan untuk pendataan lanjutan dan pembukaan akses darurat.
Warga berharap proses perbaikan dapat dilakukan secepatnya mengingat jalur tersebut merupakan nadi pergerakan ekonomi, pendidikan, serta distribusi bantuan bagi ribuan penduduk yang terdampak banjir di wilayah pedalaman tersebut.