Haba – Nagan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya menyampaikan harapan agar pemerintah pusat dapat memberikan bantuan penanganan bencana untuk mengatasi sejumlah kerusakan dan dampak sosial yang terjadi di wilayah tersebut.
Permintaan itu disampaikan setelah beberapa kecamatan di Nagan Raya dilanda bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, yang mengakibatkan puluhan rumah warga terendam, fasilitas umum rusak, serta aktivitas masyarakat terganggu.
Bupati Nagan Raya menegaskan bahwa dukungan dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan, terutama terkait pembangunan infrastruktur yang rusak serta bantuan logistik bagi warga terdampak.
“Kami berharap pemerintah pusat dapat membantu, baik berupa anggaran maupun dukungan teknis, agar penanganan bencana dapat dilakukan secara maksimal,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah telah melakukan upaya tanggap darurat, termasuk evakuasi warga, pendistribusian bantuan darurat, serta pendataan kerusakan.
Meski demikian, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala dalam penanganan lanjutan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya mencatat sebanyak 25.608 jiwa atau 8.258 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir bandang dan banjir luapan yang terjadi pada Rabu hingga Kamis (26-27/11) pekan lalu
Pemkab Nagan Raya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta kementerian terkait agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera dilaksanakan.
Hingga kini, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.