Meulaboh : Ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Nagan Raya selama perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dipastikan aman dan terkendali.
Meski daerah ini tidak termasuk Kabupaten/kota inflasi seperti Meulaboh, perkembangan harga tetap dipantau secara rutin melalui Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) setiap minggunya.
Kepala BPS Nagan Raya, Nuri Rosmika menjelaskan, pemerintah daerah terus melaksanakan sembilan langkah pengendalian harga, sesuai arahan nasional. Upaya tersebut meliputi pelaksanaan pasar murah, operasi pasar, inspeksi mendadak, bantuan transportasi, hingga kerja samadengan daerah lain.
“Langkah ini dinilai penting agar harga tetap stabil, terutama pada komoditas beras yang menjadi kebutuhan utama masyarakat,” katanya saat mengisi dialog RRI Menyapa, Selasa (9/9/2025).
Menurut Nuri, pemerintah daerah juga berkomitmenmenjaga harga beras agar tidak jatuh terlalu rendah. Hal ini dilakukan demi memastikan kesejahteraanpetani sekaligus menjaga daya beli masyarakat. “Kalau harga terlalu rendah, petani rugi.
Kalau terlalu tinggi, masyarakat terbebani. Karena itu, keseimbangan harga menjadi prioritas,” ujarnya.
Di sisi lain, masyarakat Nagan Raya diakuinya tetap merasakan dampak kenaikan harga pada beberapa komoditas pokok. Meski demikian, harga-hargatersebut masih dalam kategori terkendali.
“Pemerintah memastikan setiap pekan dilakukan evaluasi untuk melihat perkembangan harga sekaligus memastikan langkah pengendalian berjalan dengan baik,” ujar Nuri.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Aceh Barat, Samsuar menyebutkan harga sebagian besar kebutuhan pokok relatif stabil di pasaran.
Hanya cabai yang masih mengalami lonjakan karena dipasok dari Medan dan Aceh Tengah. “Saat ini, cabai merah dijual Rp70 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit Rp65 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal.
Untuk beras, kondisinya justru berlawanan karenaterjadi penurunan harga pada jenis beras lokal,” katanya.
“Beras kampung yang sebelumnya Rp200 ribu per sak 15 kg, kini turun menjadi Rp190 ribu, sedangkan beras impor mengalami kenaikan dari Rp200 ribu menjadi Rp225.000 per sak 15 kg.
Fluktuasi harga ini tetap dipastikan dalam kondisi aman bagi konsumen,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten terus melakukan langkah cepat melalui program pasar murah, masyarakat bisa mendapatkan beras, minyak goreng, telur, gula, dan tepung dengan harga lebih terjangkau.
Program ini rutin digelar untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang peringatanhari besar keagamaan seperti Maulid.