Seragam Baru Pulihkan Harapan Anak Korban Banjir Nagan Raya Aceh

Tak Berkategori

Suka Makmue, – Senyum kembali merekah di wajah ratusan anak korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, saat mereka menerima seragam sekolah baru di posko pengungsian, Sabtu (20/12/2025).

Bagi anak-anak terdampak, bantuan seragam tersebut menjadi simbol harapan untuk kembali bersekolah, setelah banjir bandang sempat menghanyutkan hampir seluruh perlengkapan pendidikan mereka.

Bencana banjir yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga menghanyutkan buku, tas, dan seragam sekolah milik anak-anak.

Bahkan, dua gedung sekolah tingkat SD dan SMP dilaporkan rusak berat hingga roboh akibat derasnya arus sungai.

Akibat kondisi tersebut, sebagian siswa terpaksa menghentikan sementara aktivitas belajar karena tidak memiliki perlengkapan sekolah maupun fasilitas pendidikan yang memadai.

Melalui program bantuan pendidikan darurat, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menyalurkan lebih dari 300 paket seragam sekolah, lengkap dengan buku dan perlengkapan belajar lainnya, untuk siswa SD dan SMP terdampak banjir.

“Kami menyerahkan lebih dari 300 set seragam sekolah, terdiri dari seragam merah putih dan pramuka, lengkap dengan buku dan fasilitas belajar lainnya untuk siswa SD dan SMP di Beutong Ateuh Banggalang,” ujar Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, kepada Ia menjelaskan, kondisi dua gedung sekolah di wilayah tersebut saat ini telah berubah menjadi aliran sungai pascabanjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.

Meski demikian, pemerintah daerah memastikan pembangunan kembali fasilitas pendidikan menjadi prioritas utama.

Fasilitas sekolah akan segera kami bangun kembali agar anak-anak bisa kembali bersekolah seperti biasa,” tegasnya.Sementara itu, salah seorang siswi penerima bantuan, Syakila mengaku sangat senang dan bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

Ia mengatakan, saat banjir terjadi, banyak anak tidak sempat menyelamatkan perlengkapan sekolah mereka.

“Banyak barang yang tidak bisa diselamatkan, termasuk buku catatan dan seragam. Bangunan sekolah juga roboh, dari kelas satu sampai kelas tiga semuanya rusak,” ungkap Syakila.

Para siswa dan orang tua berharap, pembangunan sekolah dapat segera direalisasikan sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dan anak-anak tidak kehilangan masa depan akibat bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *