Nagan Raya: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya menurunkan tim untuk meninjau langsung kemunculan gelembung gas di pinggir sungai Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.
Hal tersebut disampaikan Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., melalui Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli, S.Pd, di Suka Makmue, Sabtu (3/1/2026).
Zulkifli mengatakan, sesuai arahan Bupati TRK, Pemkab Nagan Raya telah mengirimkan tim ke lokasi guna melakukan peninjauan lapangan serta mengidentifikasi titik-titik keluarnya gelembung yang diduga gas tersebut.
Ia menjelaskan, gelembung gas ditemukan di sejumlah titik di sekitar lokasi dan mulai terpantau pascabanjir yang melanda wilayah Darul Makmur pada 26 November 2025 lalu.
Hingga 3 Januari 2026, aktivitas keluarnya gelembung gas masih terpantau di beberapa titik.
Menurut Zulkifli, lokasi kemunculan gas telah diberikan pembatas sementara dan terus dipantau oleh aparatur desa bersama unsur terkait untuk mengantisipasi potensi risiko terhadap masyarakat.
Pemkab Nagan Raya, lanjutnya, akan melakukan kajian dan penelitian lebih lanjut terhadap fenomena alam tersebut dengan berkoordinasi bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh.
Kajian dilakukan untuk memastikan jenis dan kandungan gas, sumber kemunculannya, serta potensi dampak terhadap lingkungan dan keselamatan warga.
Zulkifli juga mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan api, tidak mendekati titik keluarnya gas, serta mengikuti arahan aparat setempat hingga hasil kajian resmi dikeluarkan.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Nagan Raya, Jasman, S.E., M.Si., mengatakan hingga saat ini belum ada laporan terkait kerusakan maupun gangguan signifikan terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.Informasi lanjutan, kata Jasman, akan disampaikan secara resmi setelah hasil pemeriksaan teknis dan kajian dari Dinas ESDM Aceh diterima.